EVENT

The 5th International Conference and Consolidation on Indigenous Religions “Democracy of the Vulnerable”

20 November 2023

The 5th International Conference and Consolidation on Indigenous Religions “Democracy of the Vulnerable”

Intersectoral Collaboration for Indigenous Religions (ICIR) “Rumah Bersama” kembali menyelenggarakan The 5th International Conference on Indigenous Religions (ICIR), yang akan dilaksanakan di PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret Solo.

Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Democracy of the Vulnerable”. Tema tersebut merupakan kelanjutan dari tema-tema ICIR sebelumnya yang berupaya untuk terus mendiskursuskan demokrasi secara kritis dan berkelanjutan. Selain itu, tema ICIR ke-5 juga merespons momentum pemilu 2024 yang menunjukkan bahwa wacana dan ruang demokrasi didominasi oleh berbagai narasi elektoral yang berfokus pada kepentingan *segelintir elit politik dan ekonomi dengan orientasi utama pada kekuasaan. Sekalipun selalu diwacanakan sebagai pesta rakyat, demokrasi elektoral nyatanya selalu terjebak pada aspek seremonial, mengedepankan sentimen identitas warga berbasis mayoritas-minoritas, sehingga polarisasi sosial cenderung tak terhindarkan, yang justru menciptakan kerentanan demokrasi. Dalam praktiknya, demokrasi elektoral semakin menegaskan struktur kuasa dan dominasi, dan marginalisasi kelompok-kelompok rentan. 

Sebagai kelanjutan dari ICIR sebelumnya yang mengusung Demokrasi Inklusif, ICIR ke-5 berfokus pada suara-suara kelompok-kelompok rentan yang hak, kepentingan dan aspirasi kewargaannya jarang dibicarakan, apalagi diperhitungkan. ICIR ke-5 bermaksud untuk membuka ruang bagi penganut agama leluhur, komunitas adat, minoritas agama dan gender, kelompok disabilitas, dan kelompok muda dan anak, agar ide tentang dan pengalaman mereka terkait demokrasi terwacanakan. Demokrasi Inklusif dikembangkan untuk lebih praktis memfasilitasi proposal gagasan mereka tentang demokrasi. 

Menyelisik demokrasi dan berbagai kerentanannya dari perspektif kelompok rentan adalah kerangka berpikir utama dari ICIR ke-5. Kerangka ini, selain menegaskan bahwa perspektif kelompok rentan signifikan dalam demokrasi substantif, mengedepankan pergulatan keseharian warga dalam menghadapi dan menjalani kehidupan kewargaan sebagai isu utama demokrasi.